Lompat ke isi utama

Berita

Peningkatan Kualitas Pemilu: Bawaslu Kota Kupang Gelar Diskusi Konsolidasi Bersama PMK Kota Kupang

foto bersama

Kedatangan Ketua PMK, Valentinus Kopong Masan, bersama tiga anggotanya yaitu Okto, Deni, dan Dance, disambut oleh Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Adichandra Nange, Anggota Bawaslu Muhammad Fathuda, Leonardus L. Liwun dan jajaran sekretariat.

Bawaslu Kota Kupang - Peningkatan kualitas pemilu adalah segala upaya yang dilakukan untuk memastikan proses pemilihan umum berjalan dengan jujur, adil, transparan, akuntabel, dan memiliki legitimasi yang kuat di mata masyarakat. Untuk itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kupang menggelar diskusi konsolidasi bersama empat orang perwakilan Pemuda Katolik (PMK) Kota Kupang. Di ruang rapat Bawaslu Kota Kupang. Kamis, (16/07/2026).

Kedatangan Ketua PMK, Valentinus Kopong Masan, bersama tiga anggotanya yaitu Okto, Deni, dan Dance, disambut oleh Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Adichandra Nange, Anggota Bawaslu Muhammad Fathuda, Leonardus L. Liwun, jajaran sekretariat, serta mahasiswa magang dari STIKOM Uyelindo Kupang.

“Bahwa diskusi konsolidasi demokrasi serta sosialisasi data pemilih berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga hak konstitusional setiap warga negara,” ujar Ketua Bawaslu Kota Kupang. Menurutnya, pemutakhiran data yang akurat dan valid adalah fondasi dari pemilu yang bersih. Oleh karena itu, keterlibatan aktif organisasi kepemudaan sangat dibutuhkan untuk membantu mengedukasi masyarakat sekaligus mengawasi jalannya proses pemilu agar terhindar dari potensi manipulasi data.

Pada kesempatan yang sama, Leo menegaskan, “Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), baik dari internal Bawaslu maupun dari elemen masyarakat, merupakan kunci utama yang sangat diperlukan untuk mengawal jalannya pemilu.” Ia menilai keterlibatan organisasi kepemudaan seperti Pemuda Katolik Kota Kupang menjadi sangat krusial dalam menyuplai energi baru bagi pengawasan partisipatif.

Sementara itu, anggota aktif PMK, Okto, menjelaskan bahwa fenomena pemilu adalah suatu hal yang menarik. Maka dari itu, pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu saja melainkan tugas semua elemen masyarakat. Melalui pembekalan kapasitas dan sinergi yang kuat, masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, melainkan aktif menjadi benteng pertahanan demokrasi yang mampu mencegah berbagai bentuk pelanggaran di lapangan.

Dalam hal itu, Ketua Pemuda Katolik Kota Kupang, Valentinus K. Masan, menegaskan, “Kehadiran Pemuda Katolik tidak hanya untuk melakukan kegiatan di lingkup keagamaan, tetapi kami juga ingin berpartisipasi dalam menyuarakan hak rakyat serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.” Menurutnya, momentum pemilu ini adalah saat yang tepat bagi generasi muda Katolik untuk keluar dan mengambil peran strategis di ruang publik. Ia berharap sinergi ini dapat memicu kesadaran kaum muda lainnya di Kota Kupang agar tidak bersikap apatis terhadap politik, melainkan aktif menjaga kedaulatan demokrasi daerah.

Sebagai penutup rapat, Ketua Bawaslu Kota Kupang mengajak Pemuda Katolik untuk berkomitmen menjalin kerja sama yang solid demi mengawal kelancaran seluruh tahapan pemilu. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang nyata dalam menciptakan pesta demokrasi yang aman, tertib, dan berintegritas di Kota Kupang.***

Penulis : Fadil (Mahasiswa Magang Stikom Uyelindo)

Editor : Huda

Foto : Humas