Bawaslu Kota Kupang gelar Konferensi Pers terkait Pemetaan TPS Rawan di Kota Kupang dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024
|
Bawaslu Kota Kupang- Hasil pemetaan 22 Indikator potensi TPS rawan di Kota Kupang pada Pilkada serentak Tahun 2024 oleh Bawaslu Kota Kupang telah diumumkan melalui siaran pers dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Bawaslu Kota Kupang pada Sabtu, (23/11/2024).
Pemetaan ini bertujan mengantisipasi gangguan/hambatan di TPS pada hari pemungutan suara. Hasilnya terdapat 4 indikator TPS rawan yang paling banyak terjadi, 18 indikator yang tidak banyak terjadi, dan 2 indikator yang sama sekali tidak terjadi namun tetap perlu diantisipasi. Pemetaan kerawanan tersebut dilakukan terhadap 8 variabel dan 26 indikator, diambil dari 552 TPS, di 51 kelurahan yang tersebar pada 6 Kecamatan di wilayah Kota Kupang yang melaporkan kerawanan TPS di wilayahnya. Pengambilan data TPS rawan dilakukan selama 6 hari pada 10 s.d 15 November 2024.
Variabel dan indikator potensi TPS rawan adalah sebagai berikut. Pertama, penggunaan hak pilih (DPT yang tidak memenuhi syarat, DPTb, potensi DPK, Penyelenggara Pemilihan di luar domisili, pemilih disabilitas terdata di DPT, dan/atau Riwayat PSU/PSSU). Kedua, keamanan (riwayat kekerasan, intimidasi dan/atau penolakan penyelengaraan pemungutan suara). Ketiga, politik uang. Keempat, politsasi SARA dan ujaran kebencian. Kelima, netralitas (penyelenggara Pemilihan, ASN, TNI/Polri, Kepala Desa dan/atau Perangkat Desa). Keenam, logistik (riwayat kerusakan, kekurangan/kelebihan, dan/atau keterlambatan). Ketujuh, lokasi TPS (sulit dijangkau, konflik, rawan konflik, rawan bencana, dekat dengan lembaga pendidikan/pabrik/pertambangan, dekat dengan rumah Paslon/posko tim kampanye, dan/atau lokasi khusus). Kedelapan, jaringan listrik dan internet.
Berdasarkan pemetaan tersebut Bawaslu Kota Kupang melakukan strategi pencegahan dengan melakukan patroli pengawasan di wilayah TPS rawan, mengimbau kepada KPU Kota Kupang untuk melakukan penguatan kapasitas kepada jajaran KPPS secara intensif, koordinasi dan konsolidasi kepada pemangku kepentingan terkait, sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat, kolaborasi dengan pegiat kepemiluan, organisasi masyarakat serta pengawas partisipatif, dan menyediakan posko pengaduan masyarakat di setiap level yang bisa diakses masyarakat, baik secara offline maupun online.
Untuk diketahui awak media yang hadir merupakan utusan dari Media Sekolah Timur, Victory News, Timor Express dan Zona Line News. *
Penulis : Klaudia Saiman
Foto : Arsen Tamal