Lompat ke isi utama

Berita

Lokakarya Gender Action Plan bersama Senior Global Advisor IFES di bidang Gender

Lokakarya Gender Action Plan bersama Senior Global Advisor IFES di bidang Gender
Susiani Kanaha, S.H.,MH mengikuti Workshop tentang Lokakarya Gender Action Plan bersama Senior Global Advisor IFES di bidang Gender secara virtual

Bawaslu Kota Kupang- Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa (HP3S) Susiani Kanaha, SH.,MH mengikuti kegiatan Workshop tentang Lokakarya Gender Action Plan bersama Senior Global Advisor IFES di bidang Gender secara virtual pada, Jumat, (25/3/2022).

Kegiatan workshop ini diselenggarakan oleh Bawaslu dan International Foundation for Electoral System (IFES).

sehubungan dengan adanya surat dari IFES tertanggal 21 Maret 2022 terkait Permohonan Kerjasama untuk Workshop dengan Komisioner dan Staf Sekretariat  Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota. Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Regina Waugh selaku Senior Global Gender Advisor IFES.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan prespektif Bawaslu tentang gender dalam pembentukan dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan pengawasan dan penegakan hukum. Lokakarya atau workshop virtual ini dapat menjadi sebuah kesempatan kepada para Komisoner Bawaslu di tangka pusat dan daerah untuk bertemu, berjejaring, dan berdiskusi mengenal pembangunan pilar dan tujuan awal rencana aksi yang strategis untuk memastikan terwujudnya kesetaraan gender dalam pemilu dan kepemimpinan disekitar lingkungan kerjanya.

Kegiatan ini, dimulai dengan sambutan dari Fritz Edward Siregar, SH, LL.M PhD selaku Anggota Bawaslu Republik Indonesia (RI) dan Admira Dini Salim selaku Country Director IFES.

Workshop ini kemudian dilanjutkan dengan satu jam sesi brainstorming mengenai pentingnya memasukan agenda kesetaraan gender dalam kebijakan kepemiluan, dan langkah-langkah mengintegrasikan CEDAW ke kerangka regulasi kebijakan internal Bawaslu dalam rangka memajukan hak-hak perempuan di Indonesia.

Selanjutnya di lanjutkan pada sesi kedua yaitu diskusi kelompok yang dibagi dalam breakoutroom jumlah kecil untuk mengidentifikasi hambatan dan tantangan dalam kebijakan internal Bawaslu untuk mendorong partisipasi penuh perempuan dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan. Dan pada sesi ketiga dengan agenda pendalaman langkah-langkah yang dapat diadopsi kedalam sebuah Gender Action Plan Bawaslu RI yang mendukung peningkatan partisipasi perempuan dalam demokrasi dan kepemimpinan didalam lingkungan kerja.

Penulis : Anita

Editor : Admin