Lompat ke isi utama

Berita

Mahasiswa Magang Sebagai Sarana Konsolidasi Demokrasi

foto bersama

Foto bersama Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Adi Nange dan Kordiv HP2H Muhammad Fathuda bersama Dosen Pendamping Veronika Ina Assan Boro dan Mahasiswa

Bawaslu Kota Kupang — Jurusan Ilmu Pemerintahan (IPM) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) menempatkan 6 orang mahasiswa untuk magang di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kupang. Penempatan mahasiswa magang mulai dilakukan pada Senin, (11/05/2026).

Dosen pendamping lapangan, Veronika Ina Assan Boro, S.IP., M.Si,  saat penyerahan mahasiswa magang di Kantor Bawaslu Kota Kupang, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan magang adalah mahasiswa dapat mengetahui kerja-kerja pengawasan pemilu dan pemilihan yang dilakukan oleh Bawaslu. Selain itu, lewat magang ini mahasiswa mengetahui suasana serta dinamikan pada dunia kerja.

foto bersama
Veronika Ina Assan Boro, mengantar mahasiswa magang di Kantor Bawaslu Kota Kupang, diterima oleh Yunior A. Nange (Ketua) dan Muhammad Fathuda (Anggota) Bawaslu Kota Kupang di Ruang Rapat kantor Bawaslu Kota Kupang

Lebih lanjut dikatakannya bahwa lewat magang di Bawaslu maka akan memperkuat pemahaman politik dan demokrasi bagi mahasiswa. Magang sebagai sarana penguatan kapasitas mahasiswa dalam mempelajari secara langsung proses pemilu, khususnya dalam konteks pengawasan.

Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior A. Nange, menyambut baik penempatan mahasiswa magang dan berterimakasih karena memilih Bawaslu sebagai tempat untuk belajar demokrasi. Dijelaskan juga bahwa selama menjalani masa magang, para mahasiswa akan diperkenalkan pada tugas dan fungsi kelembagaan, mulai dari pengawasan tahapan pemilu, penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, pengawasan partisipatif, hingga pengelolaan informasi dan edukasi kepemiluan kepada masyarakat. 

Selain itu, Yunior menegaskan bahwa Bawaslu memiliki agenda konsolidasi demokrasi, untuk itu melalui magang ini akan menjadi sarana penguatan demokrasi bagi mahasiswa. Ia berharap program magang ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang bermanfaat, tidak hanya untuk kebutuhan akademik mahasiswa, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter kritis, partisipatif, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia, khususnya di Kota Kupang.***

Penulis : Sarah Mohar (Mahasiswi Magang Undana) & Sholly Purba

Foto : Sarah

Editor : Anang