Lompat ke isi utama

Berita

PERSANI NTT Harapkan Pendekatan Inklusi Dalam Pengawasan Tahapan Pemilu

foto bersama

Dokumentasi Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior A. Nange dan Ketua Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (PERSANI) NTT, Serafina Bete, di Sekretariat PERSANI NTT, Oelon Sikumana Kupang

Bawaslu Kota Kupang — Pengawasan atas tahapan pemilu mesti dilakukan secara inklusi, khususnya dengan melibatkan penyandang disabilitas secara langsung. Hal ini menjadi harapan Ketua Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (PERSANI) NTT, Serafina Bete saat berdiskusi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kupang di Sekretariat PERSANI NTT, di Oelon Sikumana Kupang, pada Rabu (13/05/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Serafina menjelaskan bahwa pengawasan inklusi harus dilakukan pada semua tahapan pemilu. Paling tidak sejak pemutakhiran data pemilih ada teman-teman disabilitas yang dilibatkan secara langsung.  Dengan begitu maka akan terpetakan jenis disabilitas secara baik dan akan disesuaikan dengan penentuan dan pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ramah disabilitas.

Menurutnya, dari pengalaman pemilu yang lalu, masih ada TPS yang belum ramah disabilitas. Bahkan, beberapa anggota mengaku pernah tidak diizinkan datang langsung ke TPS dan diarahkan untuk memilih dari rumah. Padahal, mereka berharap tetap dapat hadir secara langsung dan menggunakan hak pilih secara mandiri di TPS.

Selain itu, Serafina mengungkapkan bahwa keterlibatan penyandang disabilitas dalam masa kampanye maupun dalam penyampaian visi dan misi oleh peserta pemilu masih sangat minim. Hingga saat ini, penyandang disabilitas belum banyak dilibatkan secara langsung dalam ruang-ruang politik dan sosialisasi pemilu.

Sebagai masukan, Serafina berharap sebelum pelaksanaan pemilu perlu dilakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) atau pemberian materi terkait disabilitas kepada penyelenggara maupun pihak terkait. Menurutnya, setiap Bimtek harus libatkan penyandang disabilitas sebagai narasumber.  Langkah tersebut dinilai penting agar semua pihak dapat memahami kebutuhan dan hak-hak penyandang disabilitas dalam pemilu.

Juga dijelaskannya, saat ini PERSANI NTT memiliki 35 orang anggota dan selalu didorong keterlibatannya dalam kegiatan kepemiluan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah merekomendasikan anggota untuk terlibat sebagai penyelenggara pemilu.

Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior A. Nange menyampaikan apresiasi atas segala masukan dan harapan yang disampaikan oleh PERSANI NTT. Ia juga memberikan jaminan bahwa Bawaslu Kota Kupang akan selalu libatkan penyandang disabilitas dalam kegiatan pengawasan pemilu.

Menurutnya, selain PERSANI NTT, Bawaslu Kota Kupang juga akan membangun ruang diskusi bersama organisasi disabilitas lainnya demi memperkuat pengawasan partisipatif yang inklusi dalam pemilu***

Penulis : Sarah Mohar (Mahasiswa Magang Undana)

Foto : Alfons

Editor : Anang